Pages

Tuesday, September 24, 2013

Piyoh, Pembuktian Seorang Hijrah



Paris boleh berbangga dengan Eiffel-nya, Jakarta boleh berbangga dengan Monas-nya, namun Aceh pun kudu berbangga dengan Piyoh-nya (selain Mesjid Raya Baiturrahman, Museum Tsunami, dan PLTD Apung tentunya, hehe ). Mengapa Piyoh? Karena Piyoh menjadi trendsetter kaos dengan desain yang lain daripada yang lain. Piyoh mengusung tema-tema yang terasa sekali citarasa lokalnya. Tema desain yang diambil berkisar tempat-tempat wisata yang ada di Aceh, budaya, sejarah, dan juga  kata-kata yang cuma ada di Aceh seperti: ‘Eh, Malam’, ‘Cang Boh Panah’ dan ‘Bek Jampook Beuh’. 

Selain itu, dengan ide kreatif nya yang seakan tak bertepi, Hijrah, owner Piyoh ini berhasil menciptakan berbagai olah  kata yang bikin saya pribadi geleng-geleng kepala. Lihat saja apa yang tertulis pada salah satu desain kaosnya (dan ini menjadi salah satu favorit saya):


Hehe, kreatif kali kan?! Ia dengan cerdas mengganti kata WOW dengan WEH. Sehingga jadinya 'Trus aku harus bilang WEH gitu?' Mantaaaappp! 

Sebenarnya saya nggak begitu kaget dengan berbagai ide gila pria kelahiran 25 September 1984 ini. Dulu waktu kami sama-sama mengenyam pendidikan di SMA Modal Bangsa, saya mengikuti berbagai perkembangan kreativitasnya. Pada masa kami masih berseragam putih abu-abu tersebut, pria bernama lengkap Hijrah Saputra ini tergabung dalam tim redaksi majalah dinding (hanya orang-orang yang memiliki daya seni tinggi yang duduk didalamnya), selain itu ia juga tergabung dalam group dance yang tampil waktu acara perpisahan (masih ingat dance-nya Jrah? Kalau ga salah lagu pengiringnya Backstreet ya? Dan seingat saya waktu kalian nge-dance ada bagian angkat-angkat kursinya kan? BTW itu nge-dance atau lagi jadi panitia tempat? Hehe). Oya, selain itu, penyuka desain grafis ini semasa SMA juga pernah
Juara Harapan I Lomba Melukis Lingkungan Hidup Fakultas Teknik Unsyiah - See more at: http://atjehpost.com/read/2012/04/02/5663/16/16/Promosi-Wisata-Kreatif-Ala-Hijrah-Kakang-Kota-Malang-Asal-Sabang#sthash.VDORj0ky.dpuf
menjuarai (peringkat III) lomba karikatur  Islami yang diadakan Jurusan Arsitektur Unsyiah.

Kata ‘Piyoh’ merupakan kata dalam bahasa Aceh yang berarti mampir atau singgah. Pilihan bahasa Aceh sengaja diambil karena ingin memperkenalkan merk lokal ke luar, begitu alasan Duta Wisata Provinsi Aceh 2008 ini. Piyoh sendiri menunjukkan sikap ramah masyarakat Aceh dalam menyambut tamu yang datang ke Aceh. Adapun awal mula tercetusnya membangun usaha Piyoh, lanjutnya, dikarenakan kekecewaan seorang teman yang mengunjungi Sabang, dimana tidak ada souvenir (kaos) yang benar-benar berkualitas bagus untuk dijadikan oleh-oleh, apalagi desainnya pun monoton, itu-itu saja. Dengan adanya Piyoh, pria ramah ini berharap bisa memenuhi kebutuhan wisatawan yang datang ke Sabang untuk memperoleh souvenir yang berkualitas dan dengan desain yang beragam.

Selain tetap mempertahankan hospitality design (begitu ia menyebut untuk berbagai desainnya-yang bermakna keramahtamahan wisata), Hijrah sejak awal sudah menyadari pentingnya sebuah maskot sehingga terciptalah karakter Mr. Piyoh yang digambarkan sebagai seorang agam (pemuda dalam bahasan aceh) yang aktif, supel, dan peduli (kalo nggak salah saya bacanya di poster yang ada tulisan ‘pasangan perjuangan’, itu piyoh bukan ya?!) Tapi beneran Jrah, saya bisa mengatakan ‘peduli’ karena dari sorot mata Si Agam seakan-akan ia berkata: “Yuk bersih-bersih pantai,” atau “selamatkan penyu aceh...” #soktaumodeon.

piyoh.blogspot.com
Terus terang saya pribadi belum pernah mengunjungi Piyoh yang berada di Sabang (belum ada undangan resmi dari Papanya Piyoh. ngomong-ngomong kenapa hadiahnya nggak berupa jalan-jalan gratis ke Sabang aja Jrah? Nggak masalah saya juara harapan kesepuluh asal hadiahnya jalan-jalan gratis ke Sabang. Seumur-umur belum pernah ke Sabang. Orang jepang aja udah pernah...). Namun saya sudah beberapa kali mengunjungi Piyoh yang berlokasi di Ulee Kareng (UK). Keberadaan Mr. Piyoh (nama outletnya) yang bersebelahan dengan warung kopi paling tersohor di Aceh-Solong, seakan-akan ingin menunjukkan: “Ulee Kareng gak cuma identik dengan kopi, mennnn...” Hehe.

Outlet Mr Piyoh yang berada di UK memang kecil, namun Kakang Kota Malang 2006 ini dengan ciamik menata barang dagangannya, sehingga terkesan rapi (mungkin karena Papa Piyoh dulunya pernah mengenyam pendidikan di Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Brawijaya, Malang. Ada pengaruhnya kan Jrah?), ditambah lagi layanan yang super ramah bikin pengunjung betah berlama-lama. Selain kaos, outlet Mr. Piyoh juga menjual berbagai pernak-pernaik Aceh seperti mug, gantungan kunci, bros, boneka, juga bermacam produk olahan seperti cokelat dan kerupuk mulieng.

Jujur, dulu saya agak ragu ketika pertama kali ia mencetuskan nama Piyoh untuk merk dagangnya. “Apa nggak kesulitan ntar orang asing mengucapkannya?”, begitu tanya saya. Karena ia akan membuka Piyoh di Kota Sabang dan dapat dipastikan konsumen Piyoh nanti tidak hanya penduduk lokal. Saya khawatir orang bule bakal kesulitan mengeja Piyoh, salah-salah Piyoh malah dibaca ‘payeh’. Nggak lucu kan kalau ntar ada bule yang bertanya dimana lokasi Piyoh, lantas karena salah ucap dia diarahkan ke emak-emak penjual ikan (payeh sejenis ikan pepes-bahasa aceh). Namun dia bergeming dan menanggapi santai ketakutan saya. Kini ia benar-benar membuktikan kalau saya salah. Ini terlihat dari berbagai capaian yang berhasil ia torehkan. Dan saya kira Hijrah sudah cukup berhasil memperkenalkan Aceh kemana-mana, bisa dilihat kaos produksi Piyoh yang melalang buana ke seantero Indonesia bahkan mancanegara. Sesuai dengan tagline outlet Mr. Piyoh: ‘Berbagi Aceh Dimana Aja!’

Dan saya harus bilang pada sahabat terbaik saya ini: Saya salut sama kamu bro! (bukan bro yang di Sabang ya). *Angkat topi

Selamat Milad Jrah! Moga makin sukses. Amin

NB: Jangan lupa jalan-jalan gratis ke Sabang ;)

4 comments:

  1. haha...dibongkar semua, terima kasih ibal, boleh kalau mau jalan-jalan ke Sabang ga musti ikutan kuis, kabari aja, jalan-jalan nanti kita :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. He2 iya Jrah. Istri juga pengen banget ke Sabang. إن شاء الله mulai nyusun jadwal....

      Delete
  2. Woww.. tulisannya gurihh kali bang :D sedaaap maam mie aceh (pdhl belum pernah makan) hehehehe.. nice post! Saya suka tulisannya.. dan Sukses buat papa piyoh .. semoga outletnya ga hanya di Aceh ;) tapi dimana saja..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih Ericka ;). Segera makan mie aceh biar tahu kalau tulisan saya lebih gurih dari mie aceh...he2 (becanda, maksudnya kurang lebih gurihnya sama lah...)

      Delete

 

Sample text

Sample Text

Sample Text