Selain itu, dengan ide kreatif nya yang
seakan tak bertepi, Hijrah, owner Piyoh ini berhasil menciptakan berbagai olah kata yang bikin saya pribadi geleng-geleng kepala.
Lihat saja apa yang tertulis pada salah satu desain kaosnya (dan ini menjadi salah satu
favorit saya):
Hehe, kreatif kali kan?! Ia dengan cerdas mengganti kata WOW dengan
WEH. Sehingga jadinya 'Trus aku harus bilang WEH gitu?' Mantaaaappp!
Hehe, kreatif kali kan?! Ia dengan cerdas mengganti kata WOW dengan
WEH. Sehingga jadinya 'Trus aku harus bilang WEH gitu?' Mantaaaappp!
Sebenarnya saya nggak begitu kaget dengan berbagai
ide gila pria kelahiran 25 September 1984 ini. Dulu waktu kami sama-sama mengenyam
pendidikan di SMA Modal Bangsa, saya mengikuti berbagai perkembangan kreativitasnya. Pada masa kami masih berseragam
putih abu-abu tersebut, pria bernama lengkap Hijrah Saputra ini tergabung dalam
tim redaksi majalah dinding (hanya orang-orang yang memiliki daya seni tinggi
yang duduk didalamnya), selain itu ia juga tergabung dalam group dance yang
tampil waktu acara perpisahan (masih ingat dance-nya Jrah? Kalau ga salah lagu
pengiringnya Backstreet ya? Dan seingat saya waktu kalian nge-dance
ada bagian angkat-angkat kursinya kan? BTW itu nge-dance atau lagi jadi panitia tempat? Hehe).
Oya, selain itu, penyuka desain grafis ini semasa SMA juga pernah
Juara
Harapan I Lomba Melukis Lingkungan Hidup Fakultas Teknik Unsyiah - See
more at:
http://atjehpost.com/read/2012/04/02/5663/16/16/Promosi-Wisata-Kreatif-Ala-Hijrah-Kakang-Kota-Malang-Asal-Sabang#sthash.VDORj0ky.dpuf
menjuarai (peringkat III) lomba karikatur Islami yang diadakan Jurusan Arsitektur
Unsyiah.
Kata ‘Piyoh’ merupakan kata dalam
bahasa Aceh yang berarti mampir atau singgah. Pilihan bahasa Aceh
sengaja diambil karena ingin memperkenalkan merk lokal ke luar,
begitu alasan Duta Wisata Provinsi Aceh 2008 ini. Piyoh sendiri menunjukkan
sikap ramah masyarakat Aceh dalam menyambut tamu yang datang ke Aceh. Adapun
awal mula tercetusnya membangun usaha Piyoh, lanjutnya, dikarenakan kekecewaan
seorang teman yang mengunjungi Sabang, dimana tidak ada souvenir (kaos) yang
benar-benar berkualitas bagus untuk dijadikan oleh-oleh, apalagi desainnya pun
monoton, itu-itu saja. Dengan adanya Piyoh, pria ramah ini berharap bisa
memenuhi kebutuhan wisatawan yang datang ke Sabang untuk memperoleh souvenir
yang berkualitas dan dengan desain yang beragam.
Selain tetap mempertahankan hospitality design (begitu ia menyebut untuk berbagai desainnya-yang bermakna keramahtamahan wisata), Hijrah sejak awal sudah menyadari pentingnya sebuah maskot sehingga terciptalah karakter Mr. Piyoh yang digambarkan sebagai seorang agam (pemuda dalam bahasan aceh) yang aktif, supel, dan peduli (kalo nggak salah saya bacanya di poster yang ada tulisan ‘pasangan perjuangan’, itu piyoh bukan ya?!) Tapi beneran Jrah, saya bisa mengatakan ‘peduli’ karena dari sorot mata Si Agam seakan-akan ia berkata: “Yuk bersih-bersih pantai,” atau “selamatkan penyu aceh...” #soktaumodeon.
Selain tetap mempertahankan hospitality design (begitu ia menyebut untuk berbagai desainnya-yang bermakna keramahtamahan wisata), Hijrah sejak awal sudah menyadari pentingnya sebuah maskot sehingga terciptalah karakter Mr. Piyoh yang digambarkan sebagai seorang agam (pemuda dalam bahasan aceh) yang aktif, supel, dan peduli (kalo nggak salah saya bacanya di poster yang ada tulisan ‘pasangan perjuangan’, itu piyoh bukan ya?!) Tapi beneran Jrah, saya bisa mengatakan ‘peduli’ karena dari sorot mata Si Agam seakan-akan ia berkata: “Yuk bersih-bersih pantai,” atau “selamatkan penyu aceh...” #soktaumodeon.
Terus terang saya pribadi belum pernah
mengunjungi Piyoh yang berada di Sabang (belum ada undangan resmi dari Papanya
Piyoh. ngomong-ngomong kenapa hadiahnya nggak berupa jalan-jalan gratis ke Sabang aja Jrah? Nggak
masalah saya juara harapan kesepuluh asal hadiahnya jalan-jalan gratis ke Sabang.
Seumur-umur belum pernah ke Sabang. Orang jepang aja udah pernah...). Namun
saya sudah beberapa kali mengunjungi Piyoh yang berlokasi di Ulee Kareng (UK). Keberadaan Mr. Piyoh (nama outletnya) yang bersebelahan dengan warung kopi paling tersohor di Aceh-Solong, seakan-akan ingin menunjukkan: “Ulee Kareng gak cuma
identik dengan kopi, mennnn...” Hehe.
Outlet Mr Piyoh yang berada di UK memang kecil,
namun Kakang Kota Malang 2006 ini dengan ciamik menata barang dagangannya,
sehingga terkesan rapi (mungkin karena Papa Piyoh dulunya pernah mengenyam
pendidikan di Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Brawijaya,
Malang. Ada pengaruhnya kan Jrah?), ditambah lagi layanan yang super ramah
bikin pengunjung betah berlama-lama. Selain kaos, outlet Mr. Piyoh juga menjual
berbagai pernak-pernaik Aceh seperti mug, gantungan kunci, bros, boneka, juga
bermacam produk olahan seperti cokelat dan kerupuk mulieng.
Dan saya harus bilang pada sahabat terbaik saya ini: Saya salut sama kamu
bro! (bukan bro yang di Sabang ya). *Angkat topi
Selamat Milad Jrah! Moga makin sukses. Amin
NB: Jangan lupa jalan-jalan gratis ke Sabang ;)
NB: Jangan lupa jalan-jalan gratis ke Sabang ;)



haha...dibongkar semua, terima kasih ibal, boleh kalau mau jalan-jalan ke Sabang ga musti ikutan kuis, kabari aja, jalan-jalan nanti kita :)
ReplyDeleteHe2 iya Jrah. Istri juga pengen banget ke Sabang. إن شاء الله mulai nyusun jadwal....
DeleteWoww.. tulisannya gurihh kali bang :D sedaaap maam mie aceh (pdhl belum pernah makan) hehehehe.. nice post! Saya suka tulisannya.. dan Sukses buat papa piyoh .. semoga outletnya ga hanya di Aceh ;) tapi dimana saja..
ReplyDeleteTerimakasih Ericka ;). Segera makan mie aceh biar tahu kalau tulisan saya lebih gurih dari mie aceh...he2 (becanda, maksudnya kurang lebih gurihnya sama lah...)
Delete